Hidayah pertamaku, dan pelindungku..

Posted by | Posted in Muslimah | Posted on 05-09-2011

Jilbab itu jalan hidayaku..

Kejadiannya saat kelas 1 SMP. Aku sendiri tidak terlalu ingat alasan menggunakannya, karena tiba-tiba sebelum pengukuran baju seragam keputusan untuk menggunakannya dimulai. Aku bukan lahir dari keluarga yang sangat paham tentang masalah agama, ataupun salah seorang anak yang alim, anggun, ataupun lemah-lembut. Semuanya tidak ada dalam diriku. Saat itu aku hanya ingat bahwa ingin memakai jilbab.

Dan Jeng..jeng..jeng…

Kira-kira 2 bulan kemudian aku menggunakannya. Awalnya tidak ada yang berubah, meski menggunakan rok panjang dan seluruh tubuh di bungkus, aku tetap menjadi anak yang hobi manjat pohon, lari-lari gak jelas, pokoknya pecicilan banget, dan hiperaktif.

Awal hidayah itu dimulai saat guru agama, yang sekaligus wali kelas meminta untuk mengikuti salah satu ekstrakulikuler baru disekolah.

“rin, kamu ikut kamus yah. Setiap kelas juga ada perwakilannya.masing-masing 3 orang, dari kelas ini yang ikut kamu, mega, dan fazza.” Ajak ibu guruku.

Atas ajakan itu hanya bertanya.

“itu ekstrakulikuler baru bu? Yang singkatannya Keluarga muslim tigabelas bu?” Tanyaku

“iyah, kamukan pakai kerudung jadi ikuttan aja yah”

“baiklah bu.”jawab aku kembali.

Itulah awal percakapan hingga aku terdaftar sebagai anggota KAMUS, dan ternyata perwakilan kelas hanya segelintir yang benar-benar mengikutinya. Mereka tidak mau mengikuti KAMUS, karena mindset “pengajian yang monoton”. Awalnya aku ingin mengundurkan diri, karena aku termasuk anak yang suka main-main, dan tidak terlalu suka dengan hal-hal yang monoton. Modal aku saat mengikutinya hanyalah “gak enak sama wali kelasku”, dan akhirnya aku mulai mengikuti kegiatan KAMUS.

Awal hidayah yang membuat aku mengetahui seluk-beluk islam. Dengan pengajiannya yang disebut mentoring, ternyata tidak membosankan seperti yang aku pikirkan di awal.

Di episodeku ini aku mendapatkan hikmah. Kadang ada yang bilang: “baik dulu aja, baru pakai jilbab”.

Tapi bagiku, karena aku menggunakan jilbab ini, hidayah itu hadir. Hidayah itu memang harus dijemput, meski jemputannya tak sengaja, tapi semua itu adalah RahmatNya.

Selain itu jilbab adalah pelindungku disetiap keadaan.

Teringat saat duduk di kelas 2 SMA, saat itu para cewe-cewe yang berkerudung berkumpul dan mengobrol. Perkumpulan ini bukan hanya para jilbaber yang jilbabnya besar-besar, tetapi ada yang pakai jilbab super lilit sampai jilbab gede berkumpul semua. Ketika itu obrolan kita seputar kelas yang dipenuhi dengan anak-anak gaul kota (katanya sih gitu,tapi semuanya tergantung). Obrolan kita saat itu sampai berbincang tentang para cewe yang merokok. Memang saat aku SMA cewe yang merokok itu udah biasa ( menjadi biasa tepatnya, padahal tidak biasa), tetapi cewe-cewe yang berkerudung tidak pernah ditawari. Para cewe smoker merasa sungkan untuk mengajak kami. Akhirnya kami sangat bersyukur, jilbab melindungi kita dari sesuatu yang “biasa” hingga kita tak terjerumus kedalam sesuatu kebiasaan yang tidak benar..

 

Subhanalloh, nikmat menggunakan jilbab itu.

Jilbab awal hidayah, dan penjaga kita dari hal yang tidak baik dimanapun kita berada.

 

Wallahu’alam

By Rinoesagi..

Comments are closed.